Untuk memilih MySQL vs PostgreSQL untuk aplikasi web, jawaban praktisnya: kalau aplikasi Anda sudah jalan di salah satunya dan tidak ada masalah, jangan berpindah. Untuk proyek baru, PostgreSQL lebih unggul pada kueri kompleks dan tipe data, MySQL lebih mudah dicari orangnya.

Perdebatan ini sudah lama, dan sebagian besar isinya tidak relevan untuk keputusan nyata. Kedua basis data ini sudah puluhan tahun dipakai di produksi oleh sistem yang jauh lebih besar dari milik Anda.

Yang menentukan dalam praktik bukan kemampuan teoretisnya, melainkan bentuk aplikasi Anda dan siapa yang akan merawatnya.

Di mana perbedaannya benar-benar terasa

Untuk operasi sederhana — ambil baris berdasarkan indeks, simpan, perbarui — keduanya cepat dan selisihnya tidak akan Anda rasakan. Perbedaan muncul ketika kuerinya rumit: banyak join, subquery bersarang, agregasi pada data besar. Di wilayah itu perencana kueri PostgreSQL secara konsisten menghasilkan rencana yang lebih baik.

Perbedaan kedua ada di tipe data. PostgreSQL punya JSONB yang bisa diindeks, tipe array, rentang waktu, dan dukungan geospasial lewat PostGIS. Untuk aplikasi yang butuh itu, MySQL memaksa Anda memodelkannya sendiri dengan cara yang lebih merepotkan.

Perbedaan ketiga jarang disebut tapi sering menentukan: perilaku DDL. PostgreSQL menjalankan perubahan skema di dalam transaksi, jadi migrasi yang gagal di tengah bisa dibatalkan utuh. MySQL tidak, dan itu berarti migrasi yang gagal meninggalkan skema dalam kondisi setengah jadi.

Perbandingan pada aspek yang berpengaruh ke keputusan, bukan pada daftar fitur lengkap.
AspekMySQL / MariaDBPostgreSQL
Kueri sederhana berindeksSangat cepatSangat cepat
Kueri kompleks & agregasiCukupLebih baik
Tipe data lanjutanTerbatasJSONB, array, PostGIS
Perubahan skema transaksionalTidakYa
ReplikasiMatang, mudah disiapkanMatang, sedikit lebih rumit
Dukungan panel hostingUniversalTerbatas
Ketersediaan tenaga ahliPaling luasSedang
Dukungan CMS populerPenuhSebagian

Performa MySQL dan PostgreSQL: apa yang sebenarnya diukur

Perbandingan performa MySQL dan PostgreSQL yang beredar di internet sering tidak berguna karena mengukur beban sintetis yang tidak menyerupai aplikasi mana pun. Angka yang berarti hanya datang dari beban kerja Anda sendiri.

Yang bisa dikatakan dengan aman: pada kedua basis data, penyebab lambat hampir selalu sama dan tidak berhubungan dengan pilihan produknya — indeks yang tidak ada, kueri yang memuat lebih banyak baris dari yang dipakai, dan konfigurasi memori bawaan yang belum disesuaikan.

Kami pernah melihat kedua sisi dari cerita ini: aplikasi yang dipindahkan ke basis data lain lalu terasa cepat, padahal yang sebenarnya terjadi adalah skemanya dirancang ulang saat pindah. Perbaikan itu bisa didapat tanpa berpindah sama sekali.

Fitur PostgreSQL yang tidak ada di MySQL

Beberapa kemampuan ini yang biasanya menjadi alasan sebenarnya orang memilih PostgreSQL, dan layak diperiksa apakah aplikasi Anda memerlukannya.

  • JSONB dengan indeks GIN — menyimpan dokumen tanpa kehilangan kemampuan mencari di dalamnya.
  • Common Table Expression rekursif, untuk data berbentuk hierarki seperti struktur organisasi.
  • Window function yang lebih lengkap, berguna untuk laporan dan peringkat.
  • Indeks partial dan indeks berbasis ekspresi, yang bisa memangkas ukuran indeks secara drastis.
  • PostGIS untuk data lokasi — ini praktis tidak ada padanannya.
  • Tipe data buatan sendiri dan constraint yang lebih ketat, sehingga data tidak valid tertolak di lapisan basis data.

Perbedaan SQL dan NoSQL, dan kenapa itu pertanyaan lain

Sering kali pertanyaan MySQL atau PostgreSQL sebenarnya menyembunyikan pertanyaan lain. Perbedaan SQL dan NoSQL jauh lebih mendasar daripada perbedaan antara dua basis data relasional: yang satu soal produk, yang satu soal model data.

Basis data relasional memaksa struktur di muka dan menjamin konsistensi antar-tabel. Basis data dokumen membiarkan struktur berubah per dokumen, yang memudahkan di awal dan menyulitkan ketika data lama tidak lagi cocok dengan asumsi kode baru.

Untuk aplikasi web yang punya pengguna, pesanan, dan transaksi — hampir semua aplikasi bisnis — relasional adalah pilihan bawaan yang benar. PostgreSQL yang mendukung JSONB juga berarti Anda bisa menyimpan bagian yang memang tidak berstruktur tanpa menambah satu basis data lagi.

Migrasi MySQL ke PostgreSQL: menakar biayanya lebih dulu

Pekerjaan migrasi MySQL ke PostgreSQL bukan sekadar memindahkan data. Data itu bagian termudahnya, dan ada alat yang menanganinya dengan baik.

Yang menghabiskan waktu ada di sisi aplikasi. Fungsi bawaan berbeda nama, penanganan tanggal berbeda, `AUTO_INCREMENT` berganti menjadi urutan, dan perbandingan teks yang di MySQL secara bawaan tidak peka huruf besar-kecil menjadi peka di PostgreSQL — yang terakhir ini sering menghasilkan bug halus yang baru terlihat berminggu-minggu kemudian.

Kalau aplikasi Anda memakai ORM yang mendukung keduanya, biayanya jauh lebih kecil. Kalau ada kueri SQL mentah yang tersebar di banyak berkas, perkirakan pekerjaan yang cukup besar.

Rekomendasi kami tegas: jangan bermigrasi tanpa alasan yang bisa dituliskan. Kalau alasannya masalah performa, ukur dan perbaiki dulu di tempat — dalam banyak kasus masalahnya selesai di situ, dan Anda menghemat proyek yang tidak perlu.

Pilih database aplikasi web untuk proyek baru

Kalau Anda sedang pilih database aplikasi web dari nol, urutan pertimbangan kami begini. Apakah ada CMS atau framework yang jadi keharusan? WordPress praktis mengharuskan MySQL atau MariaDB, dan itu menyelesaikan pertanyaannya.

Kalau tidak ada keharusan itu, apakah aplikasinya akan memuat laporan, analitik, atau data berbentuk hierarki? Kalau ya, PostgreSQL akan lebih terasa manfaatnya seiring data bertambah.

Terakhir, siapa yang akan merawatnya. Kalau tim Anda dan orang-orang yang bisa Anda rekrut semuanya lebih paham MySQL, memilih PostgreSQL karena lebih unggul secara teknis bisa jadi keputusan yang merepotkan di tahun kedua. Keunggulan teknis yang tidak ada yang bisa merawat bukan keunggulan.

Kalau keputusannya tetap sulit

Untuk kasus yang benar-benar seimbang, beberapa pertanyaan ini biasanya memutuskan dengan cepat.

Apakah ada perangkat atau layanan lain yang harus terhubung ke basis data ini? Alat pelaporan, sistem lama, atau layanan pihak ketiga kadang hanya mendukung satu di antaranya, dan itu menyelesaikan pertanyaannya tanpa perdebatan.

Apakah ada rencana memakai layanan basis data terkelola dari penyedia cloud? Keduanya tersedia di semua penyedia besar, tetapi tingkatan, harga, dan fitur cadangannya berbeda — dan itu layak diperiksa untuk kasus Anda.

Terakhir, dan ini yang paling praktis: mana yang sudah dipakai di sistem Anda yang lain. Menjalankan dua jenis basis data berarti dua hal yang harus dipantau, dicadangkan, ditambal, dan dikuasai. Keseragaman punya nilai yang sering lebih besar daripada keunggulan teknis marginal.

Bacaan & layanan terkait

FAQ

Pertanyaan seputar MySQL vs PostgreSQL

MariaDB atau MySQL?

Untuk sebagian besar pemakaian keduanya bisa dipertukarkan, dan MariaDB sering sedikit lebih cepat dengan lisensi yang lebih terbuka. Yang perlu diperiksa: beberapa fitur MySQL terbaru tidak ada di MariaDB, dan sebaliknya.

Apakah WordPress bisa jalan di PostgreSQL?

Secara praktis tidak — ada plugin yang mencobanya, tetapi ekosistem plugin WordPress menulis kueri MySQL secara langsung. Untuk WordPress, pakai MySQL atau MariaDB.

Mana yang lebih hemat sumber daya?

Pada beban ringan MySQL biasanya sedikit lebih hemat memori dengan konfigurasi bawaan. Selisih itu hilang begitu keduanya disetel dengan benar untuk beban nyata Anda.

Bisa memakai keduanya di satu aplikasi?

Bisa, dan kadang memang begitu — misalnya MySQL untuk CMS dan PostgreSQL untuk modul laporan. Konsekuensinya dua sistem yang harus dipantau, dicadangkan, dan ditambal, jadi pastikan alasannya kuat.

Apakah ada cara mencoba tanpa migrasi penuh?

Ada: salin sebagian data ke PostgreSQL dan jalankan kueri terberat Anda di sana untuk membandingkan. Itu memberi angka nyata dari beban Anda sendiri, bukan dari tolok ukur orang lain.

Perlu pendapat kedua sebelum memutuskan?

Kami sering dimintai pertimbangan oleh perusahaan yang akhirnya memilih mengerjakan sendiri. Itu tidak masalah — yang penting keputusannya berdasar angka.

WhatsApp