Teknologi Cloud dan DevOps yang Benar-benar Kami Pakai
Daftar teknologi cloud dan DevOps yang didukung: infrastruktur, middleware, database, monitoring, dan keamanan — dari Kubernetes sampai Imunify360.
Cara kami memilih teknologi
Daftar di bawah ini bukan katalog pemasaran. Semuanya adalah perkakas yang kami pasang, pantau, dan perbaiki di lingkungan produksi pelanggan. Bila teknologi yang Anda pakai belum tercantum, sampaikan saja; kami akan menilai kecocokan serta batas dukungannya sebelum menjanjikan apa pun.
Kami tidak terikat pada satu vendor. Pilihan perkakas mengikuti kebutuhan, anggaran, dan kemampuan tim yang akan merawatnya setiap hari, bukan sekadar mengejar teknologi yang paling baru.
Stack infrastruktur modern dan alasan memilihnya
Setiap stack infrastruktur modern pada akhirnya adalah kumpulan kompromi. Sistem operasi yang paling lama didukung belum tentu yang paketnya paling baru; hypervisor yang paling lengkap belum tentu yang paling murah dirawat. Yang kami pegang: pilih yang tim Anda masih bisa memahami setahun dari sekarang.
Untuk lapisan sistem operasi, keluarga Debian dan Ubuntu kami pakai ketika paket terbaru lebih penting, sementara Rocky Linux dan AlmaLinux dipilih untuk lingkungan yang menuntut siklus dukungan panjang dan kompatibilitas dengan perangkat lunak komersial. Windows Server tetap ada karena banyak aplikasi akuntansi dan ERP di Indonesia memang hanya berjalan di sana.
Middleware server: lapisan yang paling menentukan performa
Pilihan middleware server sering berdampak lebih besar daripada menambah kapasitas. Nginx menangani koneksi bersamaan jauh lebih efisien daripada Apache pada memori terbatas, sementara LiteSpeed memberi lompatan lagi untuk situs berbasis PHP — dengan biaya lisensi sebagai gantinya.
Di depannya, HAProxy dan Traefik membagi trafik ke beberapa instance sekaligus menjadi titik tempat sertifikat dan pembatasan laju permintaan dipasang. Redis dipakai sebagai cache dan penyimpan sesi, dan sering kali memindahkan sesi dari basis data ke Redis adalah perubahan tunggal dengan dampak paling terasa.
Tools DevOps populer dan yang benar-benar kami pakai
Daftar tools DevOps populer jauh lebih panjang daripada yang layak dipasang. Kami membatasi diri pada yang punya alasan jelas: Docker untuk pengemasan, Kubernetes hanya ketika jumlah layanan menuntutnya, Terraform untuk mendefinisikan infrastruktur sebagai kode, dan Ansible untuk konfigurasi di dalam server.
Untuk pipeline, platform yang sudah menyatu dengan repositori kode Anda hampir selalu pilihan terbaik — tidak ada infrastruktur tambahan yang perlu dirawat. Jenkins kami pakai hanya bila prosesnya memang harus berjalan sepenuhnya di jaringan internal.
Basis data dan lapisan penyimpanan
Untuk basis data relasional, MySQL dan MariaDB menutup sebagian besar kebutuhan aplikasi web, sementara PostgreSQL dipilih ketika kueri kompleks dan integritas data menjadi prioritas. SQL Server dan Oracle hadir karena aplikasi bisnis tertentu memang mengikat ke sana, bukan karena pilihan bebas.
Di sisi non-relasional, MongoDB dipakai untuk data dokumen yang strukturnya berubah-ubah, dan Elasticsearch untuk pencarian teks yang tidak wajar dibebankan ke basis data utama. Keduanya menuntut perencanaan memori yang lebih hati-hati daripada yang biasanya diperkirakan.
Tools monitoring server dan software keamanan server
Susunan tools monitoring server yang kami pasang bergantung skala. Untuk beberapa server, Uptime Kuma dan Zabbix sudah memadai dan jauh lebih ringan. Untuk lingkungan container, Prometheus dan Grafana menjadi standar, dengan Loki menangani log agar bisa dicari lintas pod.
Pada sisi software keamanan server, pilihannya mengikuti jenis server. Server hosting bersama memakai Imunify360 dan CSF karena terintegrasi dengan panel; server aplikasi memakai ModSecurity di depan aplikasi, fail2ban untuk membatasi upaya masuk paksa, dan Wazuh bila dibutuhkan pengumpulan peristiwa keamanan terpusat. Sertifikat memakai Let's Encrypt dengan pembaruan otomatis — dan yang tak kurang penting, pemantauan bahwa pembaruan itu benar-benar berjalan.
Cloud Platform
Penyedia cloud publik dan privat yang kami rancang serta kelola sehari-hari.
DevOps & Automation
Perkakas untuk membangun pipeline rilis dan mengelola infrastruktur sebagai kode.
Infrastructure
Sistem operasi, hypervisor, dan penyimpanan yang menopang layanan Anda.
Middleware & Runtime
Lapisan aplikasi: web server, cache, message broker, dan runtime bahasa.
Data Management
Basis data relasional maupun non-relasional beserta perkakas backup-nya.
- MySQL
- MariaDB
- PostgreSQL
- MongoDB
- SQL Server
- Oracle DB
- Elasticsearch
- ClickHouse
- Percona XtraBackup
Monitoring & Security
Pemantauan, notifikasi, dan pertahanan berlapis untuk server produksi.
Ditangani engineer bersertifikat
Sertifikasi bukan sekadar tempelan — ia memastikan cara kerja kami mengikuti praktik terbaik yang diakui vendor dan industri.
Memakai teknologi yang belum tercantum?
Sampaikan susunan sistem Anda. Kami beri tahu terus terang apakah itu berada dalam lingkup kami atau tidak.